TEORI PERUBAHAN SOSIAL
Oleh : Ainun Nadzifatur Rohmah (04040520097)
Halo Readers!! Bagaimana nih kabar kalian? Masih betah untuk rebahan di rumah atau udah mulai bosen nih? Biar nggak pada bosen, yuk kita belajar asik seputar dunia komunikasi di blog ini.
Setiap interaksi individu dalam hidup bermasyarakat pasti akan mengalami suatu perubahan dan dinamika sosial budaya. Proses dinamika atau perubahan sosial pada dasarnya dapat dianalisis atau diamati lebih dalam. Untuk menganalisis proses-proses dinamika serta perubahan masyarakat dan kebudayaan salah satunya dengan menggunakan teori perubahan sosial (social change theory).
By the way, Apa sih pertanyaan di benak Readers ketika mendengar kata teori perubahan sosial? Apaan tuh? Baru denger deh?! Daripada kebingungan, yuk simak penjelasannya di bawah ini. Happy reading Readers!!!
A.
Pengertian
Teori Perubahan Sosial
Perubahan sosial ialah suatu proses berubahnya struktur / tatanan
di dalam masyarakat, meliputi pola piker yang lebih inovatif, sikap, serta
kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermanfaat. Adapun
pengertian menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1.
William
F. Ogburn
Ia Mengemukakan
bahwa ruang lingkup perubahan-perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan,
baik yang bersifat material maupun immaterial, dengan menekankan pada adanya
pengaruh yang lebih besar pada unsur kebudayaan material dari pada unsur yang
immaterial.
2.
Kingsley
Davis
Perubahan
sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi
masyarakat. Misalnya, mencakup organisasi-organisasi buruh dalam masyarakat
kapitalis modern, menyebabkan perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan
yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi
dan politik.
3.
Selo
Soemardjan
Perubahan
sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga- lembaga kemasyarakatan
di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di
dalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola prilaku di antara
kelompok-kelompok masyarakat.
B.
Faktor-faktor
Terjadinya Perubahan Sosial
Terdapat 2
faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial di lingkungan masyarakat
sebagai berikut:
1.
Faktor
Internal Ã
Perubahan jumlah penduduk, penemuan baru dalam masyarakat, konflik yang
terjadi, dan adanya revolusi.
2.
Faktor
Eksternal à Alam,
energy dan pengaruh dari masyarakat sendiri.
C.
Ciri-ciri
Terjadinya Perubahan Sosial
1. Perubahan
akan dirasakan oleh masyarakat baik itu perubahn yang secara cepat ataupun lambat.
2. Jika
perubahan terjadi di lembaga kemasyarakatan maka juga akan diikuti perubahan
di lembaga-lembaga lain.
3. Jika
perubahan terjadinya dengan cepat maka dapat menimbulkan disorganisasi di masyarakat yang sifatnya sementara.
4. Perubahan tidak dibatasi di dalam bidang kebendaan saja bahkan juga dibidang spiritualnya.
D.
Teori
Perubahan Sosial
Perubahan sosial pada tingkat makro, terjadi perubahan ekonomi,
politik, sedangkan ditingkat mezo terjadi perubahan kelompok, komunitas, dan
organisasi, dan ditingkat mikro sendiri terjadi perubahan interaksi, dan
perilaku individual. Masyarakat bukan sebuah kekuatan fisik (entity), tetapi
seperangkat proses yang saling terkait bertingkat ganda (Sztompka, 2004).
Alfred (dalam Sztompka, 2004), menyebutkan masyarakat tidak boleh dibayangkan
sebagai keadaan yang tetap, tetapi sebagai proses, bukan objek semu yang kaku
tetapi sebagai aliaran peristiwa terus-menerus tiada henti.
Parson mengasumsikan bahwa ketika masyarakat berubah, umumnya
masyarakat itu tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi
masalah yang dihadapinya. Sebaliknya, perubahan sosial marxian menyatakan
kehidupan sosial pada akhirnya menyebabkan kehancuran kapitalis. Gerth dan
Mills (dalam Soekanto, 1983) mengasumsikan beberapa hal, misalnya perihal
pribadi-pribadi sebagai pelopor perubahan, dan faktor material serta spiritual
yang menyebabkan terjadinya perubahan. Lebih lanjut menurut Soekanto,
faktor-faktor yang menyebabkan perubahan adalah:
1.
Keinginan-keinginan
secara sadar dan keputusan secara pribadi.
2.
Sikap-sikap
pribadi yang dipengaruhi oleh kondisi-kondisi yang berubah.
3.
Perubahan
struktural dan halangan struktural.
4.
Pengaruh-pengaruh
eksternal.
5.
Pribadi-pribadi
kelompok yang menonjol.
6.
Unsur-unsur
yang bergabung menjadi satu.
7.
Peristiwa-peristiwa
tertentu.
8.
Munculnya
tujuan bersama.
E.
Bentuk-bentuk
Perubahan Sosial
Adapun
bentuk-bentuk perubahan sosial terbagi sebagai berikut:
1.
Perubahan
sosial berdasarkan kecepatan terjadinya dibagi menjadi dua yaitu:
a.
Perubahan
evolusi (lambat).
Perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi
dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak
tertentu dari masyarakat yang bersangkutan.
Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan
masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat
berburu menuju ke masyarakat meramu.
b.
Perubahan
revolusi (cepat).
Perubahan revolusi merupakan perubahan yang berlangsung secara
cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Dalam revolusi,
perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana
sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang
bersangkutan. Revolusi tidak dapat
terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat.
2.
Perubahan
sosial berdasarkan rencananya juga dibagi menjadi dua yaitu :
a.
Perubahan
sosial yang direncanakan
Perubahan yang
direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah
direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan
di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki suatu perubahan dinamakan agent
of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan
dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga
kemasyarakatan. Oleh karena itu, suatu perubahan yang direncanakan selalu di
bawah pengendalian dan pengawasan agent of change.
b.
Perubahan
sosial yang tidak direncanakan
Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa perubahan yang
tidak dikehendaki dan terjadi di luar jangkauan masyarakat. Karena terjadi di
luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini sering membawa masalah-masalah yang
memicu kekacauan atau kendala-kendala dalam masyarakat. Oleh karenanya,
perubahan yang tidak dikehendaki sangat sulit ditebak kapan akan terjadi.
3.
Perubahan
sosial berdasarkan pengaruhnya juga dibagi menjadi dua yaitu:
a.
Perubahan
yang berpengaruh besar
Suatu perubahan dikatakan berpengaruh besar jika perubahan tersebut
mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur kemasyarakatan, hubungan kerja,
sistem mata pencaharian, dan stratifikasi masyarakat. Sebagaimana tampak pada
perubahan masyarakat agraris menjadi industrialisasi, pada perubahan ini
memberi pengaruh secara besar-besaran terhadap jumlah kepadatan penduduk di
wilayah industri dan mengakibatkan adanya perubahan mata pencaharian.
b.
Perubahan
yang berpengaruh kecil
Perubahan-perubahan
berpengaruh kecil merupakan perubahan- perubahan yang terjadi pada struktur
sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat.
F.
Pendekatan
Teori Klasik dan Teori Modern Terhadap Perubahan Sosial
1.
Pendekatan
Teori Klasik
Berikut teori perubahan sosial
dikemukakan dalam pandangan sosiolgi klasik terhadap perubahan sosial
diantaranya:
a.
August
Comte
Perubahan sosial berlangsung secara evolusi melalui suatu
tahapan-tahapan perubahan dalam alam pemikiran manusia, yang oleh Comte disebut
dengan Evolusi Intelektual, tahapan-tahapan pemikiran tersebut mencakup tiga
tahap, dimulai dari tahap Theologis Primitif, tahap Metafisik Transisional, dan
terakhir tahap Positif Rasional. Setiap perubahan tahap pemikiran manusia
tersebut mempengaruhi unsur kehidupan masyarakat lainnya, dan secara
keseluruhan juga mendorang perubahan sosial.
b.
Karl
Marx
Pada dasrnya perubahan sosial sebagai akibat dari
perubahan-perubahan yang terjadi dalam tata perrekonomian masyarakat, terutama
sebagai akibat dari pertentangan yang terus teradi antara kelompok pemilik
modal atau alat-alat produksi dengan kelompok pekerja.
c.
Emile
Durkhein
Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis
dan demografis, yang mengubah kehidupan mesyarakat dari kondisi tradisional
yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarkat modern yang
diikat oleh solidaritas organic.
d.
Max
Weber
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat adalah akibat dari
pergeseran nilai yang dijadikan orientasi kehidupan masyarakat. Dalam hal ini
dicontohkan masyarakat Eropa yang sekian lama terbelenggu oleh nilai
Katolikisme Ortodox, kemudian berkembang pesat kehidupan sosial ekonominya atas
dorongan dari nilai Protestanisme yang dirasakan lebih rasional dan lebih
sesuai dengan tuntutan kehidupan modern
2.
Pendekatan
Teori Modern
a.
Teori
Evolusi (Evolution Theory)
Teori ini pada
dasarnya berpijak pada perubahan yang memerlukan proses yang cukup panjang.
Adapun macam-macam teori tentang evolusi yaitu:
a)
Unilinear
Teories of Evolution
Teori ini berpendapat bahwa manusia dan masyarakat termasuk
kebudayaannya akan mengalami perkembangan sesuai dengan tahpan-tahapan tertentu
dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang kompleks dan akhirnya sempurna.
Pelopor teori ini anta lain Auguste Comte dan Herbert Spencer.
b)
Universal
Theories of Evolution
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan masyarakat tidak perlu
melalui tahap-tahap tertentu yang tetap. Kebudayaan manusia telah mengikuti
suatu evolusi tertentu. Menurut Herbert Spencer, prinsip teori ini adalah
masyarakat merupakan hasil perkembangan dari kelompok homogen menjadi koleompok
yang heterogen.
c)
Multilined
Theories of Evolution
Teori ini menekankan pada penelitian terhadap tahap-tahap
perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Misalnya mengadakan penelitian
tentang perubahan sistem mata pemcaharian dari sistem berburu ke sistem
pertanian menetap dengan menggunakan pemupukan dan pengairan.
b.
Teori
konflik (Conflict Theory)
Teori ini memiliki prinsip bahwa konflik sosial dan perubahan
sosial selalu melekat pada struktur masyarakat. Teori ini menilai bahwa suatu
konstan atau tetap adalah konflik sosial, bukan perubahan sosial. Pandangan
teori konflik lebih menitikberatkan pada hal berikut:
a)
Setap
masyaraka terus-menerus berubah.
b)
Setiap
komponen masyarakat biasanya menunjang perubahn masyarakat.
c)
Setiap
masyarakat biasanya berada dalam ketegangan dan konflik.
d)
Kestabilan
sosial akan tergantung pada tekanan terhadap golongan yang satu oleh golongan
yang lain
c.
Teori
Fungsional (Functionalist Theory)
Perubahan sosial tidak lepas dari hubungan antara unsur-unsur
kebudayaan dalam masyarakat. Apabila perubahan 'itu' ternyata bermanfaat, maka
perubahan itu bersifat fungsional dan akhirnya diterima oleh masyarakat, tetapi
apabila terbukti disfungsional atau tidak bermanfaat, perubahan akan ditolak.
Pandangan teori fungsioanal sebagai berikut:
a)
Setiap
masyarakat relatif bersifat stabil.
b)
Setiap
komponen masyarakat biasanya menunjang kestabilan masyarakat.
c)
Setiap
masyarakat biasanya relatif terintegrasi.
d)
Kaestabilan
sosial sangat tergantung pada kesepakatan bersama (consensus) di kalangan
anggota kelompo masyarakat
d.
Teori
Siklis (Cyclical Theory)
Menurut teori ini kebangkitan dan kemunduran suatu kebudayaan atau
kehidupan sosial merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindarin. Beberapa
bentuk teori siklis:
a)
Teori
Oswald Spengler (1880-1936)
Menurut teori ini, pertumbuhan manusia mengalami empat tahapan,
yaitu anak-anak, remaja, dewasa, dan tua. Pentahapan tersebut oleh Spengler
digunakan untuk menjelaskan perkembangan masyarakat, bahwa setiap peradaban
besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan, dan keruntuhan. Proses siklus
ini memakan waktu sekitar seribu tahun.
b)
Teori
Pitirim A. Sorokin (1889-1968)
Semua peradaban
besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir
yaitu:
1)
Kebudayaan
ideasional, yaitu kebudayaan yang didasari oleh nilai-nilai dan kepercayaan
terhadap kekuatan supranatural.
2)
Kebudayaan
idealistis, yaitu kebudayaan di mana kepercayaan terhadap unsur adikodrati
(supranatural) dan rasionalitas yang berdasarkan fakta bergabung dalam
menciptakan masyarakat ideal.
3)
Kebudayaan
sensasi, yaitu kebudayaan dimana sensasi merupakan tolok ukur dari kenyatan dan
yujuan hidup.
c)
Teori
Arnold Tonybee (1889-1975)
Toynbee menilai bahwa peradaban besar berada dalm siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan, dan akhirnya kematian. Beberapa peradaban besar menurut Toynbee telah mengalami kepunahan kecuali peradaban barat, yang dewasa ini beralih menuju ke tahap kepunahan.
Referensi:
Kasnawi, Dr M Tahir, and Dr Sulaiman Asang, ‘Konsep
dan Pendekatan Perubahan Sosial’, 46
‘Pengertian
Dan Teori Gerakan Sosial Menurut Ahli + Contoh - Psikologi Multitalent’
<https://www.psikologimultitalent.com/2015/10/pengertian-dan-teori-gerakan-sosial.html>
[accessed 30 April 2021]
‘Perubahan
Sosial - Pengertian, Faktor, Bentuk, Ciri Dan Contoh’
<https://www.dosenpendidikan.co.id/perubahan-sosial/> [accessed 30 May
2021]
Baharuddin,
Baharuddin, ‘BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN’, Al-Hikmah,
9.2 (2015) <https://doi.org/10.24260/al-hikmah.v9i2.323>

Komentar
Posting Komentar