TEORI PERILAKU KOLEKTIF DAN GERAKAN SOSIAL
TEORI
PERILAKU KOLEKTIF DAN GERAKAN SOSIAL
Oleh
: Ainun Nadzifatur Rohmah (04040520097)
Halo
Readers!! Bagaimana nih kabar kalian? Masih betah untuk rebahan di rumah atau
udah mulai bosen nih? Biar nggak pada bosen, yuk kita belajar asik seputar
dunia komunikasi di blog ini.
By
the way, Apa sih pertanyaan di benak Readers ketika mendengar kata teori perilaku
kolektif? Apaan tuh? Baru denger deh?! Daripada kebingungan, yuk simak
penjelasannya di bawah ini. Happy reading Readers!!!
Ahli sosiologi
menggunakan istilah perilaku kolektif mengacu pada perilaku sekelompok orang
yang muncul secara spontan dan tidak terstruktur sebagai respons terhadap
kejadian tertentu (Aksi Sosial). Menurut Milgran dan Touch perilaku kolektif
adalah suatu perilaku yang lahir secara spontan, relatif, tidak terorganisasi
serta hampir tidak bisa diduga sebelumnya, proses kelanjutannya tidak terencana
dan hanya tergantung pada stimulasi timbal balik yang muncul di kalangan para
pelakunya[1]. Perilaku kolektif adalah
sesuatu perilaku yang tidak biasa, sehingga perilaku kolektif dapat diartikan
sebagai suatu tindakan yang relatif spontan, tidak terstruktur dan tidak stabil
dari sekelompok orang, yang bertujuan untuk menghilangkan rasa ketidakpuasan
dan kecemasan. Sedangkan menurut Bruce J Cohen (1992) perilaku kolektif (collective
behavior) adalah jenis perilaku yang relatif tidak tersusun, bersifat spontan,
emosional dan tak terduga. Dengan pernyataan ini, kita dapat membedakan antara
perilaku kolektif dengan perilaku yang rutin. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa ciri-ciri perilaku kolektif adalah[2]:
1. Perilaku
yang dilakukan bersama oleh sejumlah orang
2. Bersifat
spontanitas dan tidak terstruktur
3. Tidak
bersifat rutin
4. Merupakan
tanggapan terhadap rangsanagan tertentu.
Secara teoritis
perilaku kolektif dapat dijelaskan dari berbagai sudut teori antara lain teori
penyebaran, teori interaksionis, teori emergent-norm dan teori value-added.
Kondisi pokok yang memicu munculnya perilaku kolektif menurut teori value-added
adalah kesuksesan struktural, ketegangan struktural, berkembangnya kepercayaan
umum, faktor yang mendahului, mobilisasi dan kontrol sosial. Perilaku kolektif
antara lain dapat berbentuk perilaku kolektif yang tersebar, kerumunan dan
gerakan sosial. Perilaku kolektif yang tersebar meliputi fashion, rumors dan
publik. Sedangkan jenis kerumunan meliputi casual, conventional, expressive
dan akting. Gerakan sosial mempunyai bentuk antara lain gerakan revolusioner, reformis,
konservatif dan gerakan reaksioner, sedangkan revolusi sosial salah satu contoh
dari gerakan sosial.
MACAM-MACAM
PERILAKU KOLEKTIF
A. Crowd
(Kerumunan)
Menurut pandangan Milgram
(1997) crowd ialah sebagai berikut[3]:
§ Sekelompok
orang yang membentuk agregasi (kumpulan).
§ Jumlahnya
semakin lama semakin meningkat.
§ Orang-orang
ini mulai membuat suatu bentuk baru (seperti lingkaran).
§ Memiliki
distribusi diri yang bergabung pada suatu saat dan tempat tertentu dengan
lingkaran (boundary) yang semakin jelas.
§ Titik
pusatnya permeable dan saling mendekat.
Adapun
crowd (kerumunan) dalam masyarakat terbagi menjadi beberapa bentuk
sebagai berikut[4]:
1. Temporary
crowd
Orang
yang berada pada situasi saling berdekatan di suatu tempat dan pada situasi
sesaat.
2. Casual
crowd
Sekelompok
orang yang berada di ujung jalan dan tidak memiliki maksud apa-apa.
3. Conventional
crowd
Audience
yang sedang mendengarkan ceramah.
4. Expressive
crowd
Sekumpulan
orang yang sedang menonton konser musik yang menari sambil sesekali ikut
melantunkan lagu.
5. Acting
crowd / rioting crowd
Sekelompok
massa yang melakukan tindakan kekerasan.
6. Solidaristic
crowd
Kesatuan
massa yang munculnya karena didasari oleh kesamaan ideologi.
B. MOB
MOB
adalah kerumunanan (Crowd) yang emosional yang cenderung melakukankekerasan/penyimpangan
(violence) dan tindakan destruktif. umumnya mereka melakukan tindakan
melawan tatanan sosial yang ada secara langsung. Hal ini muncul karena adanya
rasa ketidakpuasan, ketidakadilan, frustrasi, adanya perasaan dicederai oleh
institusi yang telah mapan atau lebih tinggi. Bila MOB ini dalam skala besar,
maka bentuknya menjadi kerusuhan massa. Mereka melakukan pengrusakan fasilitas umum
dan apapun yang dipandang menjadi sasaran.
C. PANIC
Panic
adalah bentuk perilaku kolektif yang tindakannya merupakan reaksi terhadap
ancaman yang muncul di dalam kelompok tersebut. Biasanya berhubungan dengan
kejadian-kejadian bencana (disaster). Tindakan reaksi massa ini
cenderung terjadi pada awal suatu kejadian, dan hal ini tidak terjadi ketika
mereka mulai tenang. Bentuk lebih parah dari kejadian panik ini adalah Histeria
Massa. Pada histeria massa ini terjadi kecemasan yang berlebihan dalam
masyarakat. misalnya munculnya isu tsunami dan banjir.
D. RUMORS
Rumors
adalah suatu informasi yang tidak dapat dibuktikan, dan dikomunikasikan yang
muncul dari satu orang kepada orang lain (isu sosial). Umumnya terjadi pada
situasi dimana orang seringkali kekurangan informasi untuk membuat interpretasi
yang lebih komprehensif. Media yang digunakan umumnya adalah telepon.
E. PUBLIC
OPINION
Public
opinion adalah sekelompok orang yang memiliki pendapat beda
mengenai sesuatu hal dalam masyarakat. Dalam opini publik ini antara kelompok
masyarakat terjadi perbedaan pandangan/perspektif. Konflik bisa sangat
potensial terjadi pada masyarakat yang kurang memahami akan masalah yang
menjadi interes dalam masayarakat tersebut. Contohnya adalah adanya perbedaan
pendangan antar masyarakat tentang hukuman mati, pemilu, penetapan
undang-undang tertentu, dan sebagainya. Bentuknya biasanya berupa informasi
yang beda, namun dalam kenyataannya bisa menjadi stimulator konflik dalam
masyarakat.
F. PROPAGANDA
Propaganda
adalah informasi atau pandangan yang sengaja digunakan untuk menyampaikan atau
membentuk opini publik. Biasanya diberikan oleh sekelompok orang, organisasi,
atau masyarakat yang ingin tercapai tujuannya. Media komunikasi banyak
digunakan untuk melalukan propaganda ini. Kadangkala juga berupa pertemuan
kelompok (crowds) Penampilan dari public figure kadang kala
menjadi senjata yang ampuh untuk melakukan proraganda ini.
FAKTOR
PENENTU PERILAKU KOLEKTIF
1. Situasi
sosial, situasi yang menyangkut ada tidaknya pengaturan dalam instansi
tertentu.
2. Ketegangan
struktural, adanya perbedaan atau kesenjangan di suatu wilayah akan menimbulkan
ketegangan yang dapat menimbulkan bentrok ketidakpahaman.
3. Menyebarnya
suatu kepercayaan umum, berkembangnya isu-isu yang dapat menyinggung kelompok
lain,
4. Faktor
yang mendahului, yakni faktor-faktor penunjang kecemasan dan kecurigaan yang
dikandung masyarakat.
5. Globalisasi
perilaku oleh pemimpin untuk bertindak, perilaku kolektif akan terwujud apabila
khalayak ramai dimobilisasikan oleh pemimpinnya.
CONTOH
PERILAKU KOLEKTIF
Adapun
contoh perilaku kolektif yang ada dalam masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Tindak
kenakalan
Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang
nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren
walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh, tidak berguna dan
mengganggu.
2. Tawuran
antar kelompok
Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang
sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di
antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak
menjadi korban.
3. Tindak
kejahatan berkelompok
Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan
baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Jenis penyimpangan ini
bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan
melukai hingga membunuh korbannya.
4. Demontrasi
Merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh
berbagai kelompok untuk menyampaikan aspirasi atau menentang kebijakan suatu
pihak, baik itu organisasi atau pemerintah, dimana kegiatan tersebut merupakan
upaya penekanan secara politik yang dilakukan oleh pihak tertentu yang memiliki
kepentingan.
PENGERTIAN
GERAKAN SOSIAL
Sebagaimana
yang telah dikutip dari Wikipedia, gerakan sosial (social movement) adalah
aktivitas sosial berupa gerakan sejenis tindakan sekelompok yang merupakan
kelompok informal yang berbentuk organisasi, berjumlah besar atau individu yang
secara spesifik berfokus pada suatu isu-isu sosial atau politik dengan
melaksanakan, menolak, atau mengkampanyekan nilai sebuah perubahan sosial[5]. Gerakan sosial dijadikan sebagai
instrumen yang efisien dalam hubungan kekuasaan antara masyarakat dan entitas
yang lebih berkuasa (powerful). Masyarakat cenderung memiliki kekuatan
yang relatif lemah (powerless) dibandingkan entitas-entitas yang
dominan, seperti negara atau swasta (bisnis)[6].
TIPE
PERUBAHAN DALAM GERAKAN SOSIAL
Adapun
gerakan sosial terbagi menjadi 4 berdasarkan tipe perubahan dan besarnya
perubahan yang dikehendaki adalah sebagai berikut:
1. Alternative
movement
Gerakan yang bertujuan mengubah sebagian perilaku
perorangan, seperti kampanye agar tidak merokok, hubungan seksual dan lain
sebagainya.
2. Redemtive
movement
Gerakan untuk merubah pada perilaku perorangan,
khususnya bidang agama, seperti gerakan untuk tobat dan hidup sesuai dengan
ajaran agama.
3. Revormative
movement
Gerakan untuk merubah masyarakat dalam bidang-bidang
tertentu, seperti gerakan kaum homoseksual untuk memperoleh pengakuan terhadap
gaya hidup mereka, atau gerakan gender.
4. Transformative
Gerakan untuk mengubah masyarakat secara keseluruhan,
seperti gerakan kaum komunis untuk menciptakan kaum atau masyarakat komunis.
TEORI
PERILAKU KOLEKTIF HERBERT BLUMER (gerakan sosial klasik)
Menurut
Herbert Blumer (1939), perilaku kolektif dan gerakan sosial merupakan sebuah usaha
kolektif manusia untuk menegakkan terciptanya tata kehidupan baru dan merupakan
inti dari konsep teori sosiologis[7].
[1] ‘Pengertian Dan Teori Perilaku Kolektif
Menurut Ahli + Contoh - Psikologi Multitalent’
<https://www.psikologimultitalent.com/2015/10/pengertian-dan-teori-perilaku-kolektif.html>
[accessed 29 April 2021].
[2] ‘Pengertian Perilaku Kolektif - Ciri-Ciri
Dan Faktor Perilaku Kolektif - Tujuwan.Com’
<https://www.tujuwan.com/2019/06/pengertian-perilaku-kolektif-ciri-ciri-dan-faktor-perilaku-kolektif.html>
[accessed 29 April 2021].
[3] ‘Pengertian Dan Teori Perilaku Kolektif
Menurut Ahli + Contoh - Psikologi Multitalent’.
[4] ‘Perilaku Kolektif Dan Gerakan Sosial |
Unlimited’
<https://bagusluffie.wordpress.com/2014/06/20/perilaku-kolektif-dan-gerakan-sosial/>
[accessed 29 April 2021].
[5] ‘Gerakan Sosial - Wikipedia Bahasa
Indonesia, Ensiklopedia Bebas’
<https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_sosial> [accessed 30 April 2021].
[6] ‘Pengertian Dan Teori Gerakan Sosial
Menurut Ahli + Contoh - Psikologi Multitalent’
<https://www.psikologimultitalent.com/2015/10/pengertian-dan-teori-gerakan-sosial.html>
[accessed 30 April 2021].
[7] ‘PENGERTIAN SOCIAL MOVEMENT (GERAKAN
SOSIAL) ADALAH’
<https://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-social-movement-gerakan-sosial-adalah/>
[accessed 30 April 2021].


Komentar
Posting Komentar