TEORI-TEORI KOMUNIKASI KONTEMPORER
TEORI-TEORI KOMUNIKASI KONTEMPORER
Oleh
: Ainun Nadzifatur Rohmah (04040520097)
Halo
Readers!! Bagaimana nih kabar kalian? Masih betah untuk rebahan di rumah atau
udah mulai bosen nih? Biar nggak pada bosen, yuk kita belajar asik seputar
dunia komunikasi di blog ini.
By
the way, Apa sih pertanyaan di benak Readers ketika mendengar kata teori
komunikasi kontemporer? Apaan tuh? Baru denger deh?! Daripada kebingungan, yuk
simak penjelasannya di bawah ini. Happy reading Readers!!!
A. A. Pengantar Teori Komunikasi
Studi
komunikasi telah melahirkan berbagai macam teori yang selaras dengan
berkembangnya teknologi informasi yang menggunakan komunikasi sebagai fokus
kajiannya. Adapun pengertian dari teori menurut Jonathan H. Turner adalah suatu
proses mengembangkan ide-ide yang membantu kita untuk menjelaskan bagaimana dan
mengapa suatu peristiwa terjadi[1]. Sedangkan pengertian
komunikasi menurut carl I. Hovland adalah proses yang memungkinkan seseorang (
komunikator ) menyatakan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain[2].
Adapun pengertian
dari teori komunikasi itu sendiri adalah sebuah perangkat sistem yang kompleks
dan berhubungan antar konsep yang dibangun untuk memahami fenomena-fenomena
dari komunikasi[3].
Seperti dalam artikel sebelumnya dijelaskan bahwa komunikasi termasuk ilmu
multidisiplin. Atas dasar hal inilah ditemukan banyak teori komunikasi yang berkembang.
Adapun
cara mempelajari teori komunikasi adalah sebagai berikut:
a) Pahami
terlebih dahulu apakah teori tersebut berada di tingkatan konstruks.
b) Mengetahui level fenomena yang diamati (komunikasi massa,
komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi, komunikasi kelompok). Teori komunikasi
memeliki ranah masing2 tidak bisa dicampur campur.
c) Memahami
peta teori pada masing-masing level komunikasi.
1.
Teori Komunikasi
Massa
Komunikasi
massa menghubungkan antara media dengan 2 kajian, yakni kajian makro yaitu
sistem sosial budaya dan kajian mikro yaitu khalayak.
a) Teori
tentang media terdapat 2 macam sebagai berikut:
1) Teori
semiotika
Bagaimana mengamati isi media tentang
adanya simbol dan pemaknaan di dalamnya.
2) Teori
the medium is the message
Mempelajari tentang karakteristik suatu
media akan menonjolkan pesan pesan yang dibuat.
b) Teori
tentang kajian mikro (khalayak) terdapat 8 macam sebagai berikut:
1) Teori
jaringan komunikasi
2) Teori
difusi inovasi
Teori ini pada dasarnya
menjelaskan proses bagaimana suatu inovasi disampaikan (dikomunikasikan)
melalui saluran-saluran tertentu sepanjang waktu kepada sekelompok anggota dari
sistem sosial.
3) Teori
peluru
Teori peluru atau jarum
hipodermik mengansumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa dan
komunikan dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa. Teori ini mengansumsikan
bahwa seorang komunikator dapat menembakkan peluru komunikasi yang begitu ajaib
kepada khalayak yang tidak berdaya (pasif).
4) Teori
two step flow communication
Teori two-step flow atau
teori komunikasi dua tahap atau model komunikasi dua tahap yang digagas oleh
Paul F. Lazarsfeld, Bernard Berelson, dan Hazel Gaudet ini berpendapat bahwa
efek media massa bersifat tidak langsung dan dibentuk oleh pengaruh pribadi
pemuka pendapat.
5) Teori
uses and gratification
Teori uses and
gratifications sejatinya adalah teori yang lebih menitikberatkan pada motivasi
penggunaan oleh khalayak dibandingkan dengan efek media massa pada khalayak.
6) Teori
agenda setting
Teori agenda setting yang
digagas oleh M.E. McCombs dan D.L. Shaw ini menggambarkan bagaimana media massa
mempengaruhi persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting.
7) Teori
dependensi
Teori ini memprediksikan,
khalayak tergantung pada informasi yang berasal dari media massa dalam rangka
memenuhi kebutuhan khalayak bersangkutan
serta mencapai tujuan tertentu dari proses konsumsi media massa.
8) Teori
multi step of communication
Teori ini menyebutkan
sebagian besar orang menerima efek media
dari tangan kedua, yaitu opinion leaders yang memiliki akses terlebih dahulu
terhadap media massa. Akibatnya, hasil komunikasi antarpersona lebih menonjol
dibandingkan dengan terpaan media massa, karena orang-orang yang berasal dari
kelas yang berbedakan membuat interpretasi yang berbeda pula terhadap media
atau pesan yang diterima.
c) Teori
tentang kajian mikro (sistem budaya sosial) terdapat 4 macam sebagai berikut:
1) Teori
kultivasi
Teori kultivasi atau
dikenal juga dengan analisis kultivasi adalah salah satu ranah peneltian
komunikasi yang menyelidiki hubungan antara terpaan televisi dan sikap serta
kepercayaan khalayak tentang dunia sekitarnya.
2) Teori
spiral of silence
Sebuah teori media yang
lebih memberikan perhatian pada pandangan mayoritas dan menekan pandangan
minoritas. Mereka yang berada di pihak minoritas cenderung kurang tegas dalam
mengemukakan pandangannya.
3) Teori
fungsional media
4) Marxist
teori
2.
Teori Cultural
Studies
a)
Sejarah Teori
Cultural Studies
Cultural
studies ini pertama kali muncul id tengah semangat Neo-Marxisme yang berupaya
meredefinisikan marxisme sebagai perlawanan terhadap dominasi dan hegemoni
budaya tertentu. Teori ini berawal dari gagasan Karl Max yang memiliki
pandangan bahwa kapitalisme telah menciptakan kelompok elite kuasa untuk
mengeksploitasi kelompok yang tidak berkuasa atau lemah. Hal ini menyebabkan,
kelompok yang lemah tidak memiliki kontrok terhadap masa depan mereka. Hal ini
juga yang mendasari Richard Hoggard dan Raymond William untuk mendirikan sebuah
institusi yaitu CCCS atau The Birmingham Centre for Contemporary Cultural
Studies. Para pendiri CCCS ini memiliki latar belakang yang sama, sehingga
mereka memiliki cara pandang yang sama. Hal ini menimbulkan munculnya
perlawanan terhadap budaya adi lubung yang dikontraskan dengan budaya jelata.
Cultural
Studies sering disebut juga antidisiplin. Karena cultural studies ini secara
bebas meminjam Beragam jenis disiplin ilmu di ranah soshum, baik berupa teori
maupun metode. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cultural studies ini
tidak memiliki batasan yang jelas. Mengapa demikian? Karena culture studies
beranggapan apabila kita memandang satu fenomena dari satu sudut pandang
keilmuan hal itu akan membatasi cara pandang kita. Alangkah baiknya kita
mengkolaborasikan atau menggabungkan dari berbagai sudut pandang keilmuan.
b)
Tokoh Teori Cultural
Studies
1) Richard
Hoggard (Dosen Sastra Inggris Universitas Birmingham) dengan karya terkenal The
Uses of Literacy (1957).
2) Raymond
William (Dosen Ilmu Polotik dan Sastra Universitas Oxford) dengan karya
terkenal Culture and Society (1958) dan The Long Revolution
(1961).
3) E.P.
Thompson (Wakil Presiden The Campaign for Nuclear Disarmament) dengan karya
terkenal The Making of the English Working Class (1978).
4) Stuart
Hall (Sosiolog Universitas Birmingham).
3.
Teori Stimulus
Organism Response (SOR)
a)
Pendahuluan Teori
Teori
SOR ini dikembangkan oleh Houland pada tahun 1953. Ilmu ini muncul dikarenakan
akibat adanya pengaruh dari ilmu psikologi dalam kajian ilmu komunikasi.
Mengapa? Karena ilmu psikologi dan ilmu komunikasi memiliki kajian yang sama
seperti sikap, opini, perilaku, kognisi dan afeksi.
b)
Asumsi Dasar Teori
Asumsi
dasar dari teori ini adalah penyebab terjadinya perubahan perilaku dalam
masyarakat bergantung pada kualitas stimulus atau rangsangan yang berkomunikasi
pada organisme tersebut. Oleh karena ini, sebuah perubahan tidak daapt
dilakukan tanpa adanya bantuan dari luar meskipun kita sebagai masyarakat
menginginkan yang namanya perubahan. Teori ini cocok diaplikasikan pada
masyarakat seperti penyuluhan atau penyadaran suatu isu. Menurut teori ini,
proses perubahan sikap serupa dengan proses belajar individu yang mana pesan
sebagai stimulus dan komunikator serta komunikan sebagai organisme. Stimulus
ini bisa ditolak atau diterima oleh komunikan. Apabila ditolak, maka stimulus
ini kurang efektif untuk digunakan untuk memengaruhi komunikan. Sebaliknya
apabila stimulus ini diterima, maka komunikan akan mengolah data stimulus tadi
menjadi suatu tindakan atau proses perubahan sikap seperti stimulus yang dia
dapat tadi.
c)
Simpulan Teori
Teori
Stimulus Organism Response (SOR) dijelaskan sebagai berikut:
1) Stimulus
yang artinya pesan atau rangsangan yang akan kita berikan kepada organisme atau
komunikan
2) Response
yaitu efek atau respon yang kita harapkan terjadi pada komunikan tersebut.
Contoh
kasus, menggunakan teori SOR ini bertujuan untuk memberikan awareness
tentang selflove kepada remaja wanita. Stimulusnya adalah kesadaran
tentang selflove dengan organisme yaitu remaja perempuan dan response adalah
kita menginginkan remaja wanita untuk mencintai dirinya sendiri. Teori ini
banyak digunakan di berbagai bidang, baik bisnis, politik, sosial, dll. Karena
tujuan dari teori ini adalah untuk merubah sikap dari suatu individu atau
kelompok.
B. Teori Komunikasi Kontemporer
1. Pengertian Komunikasi Kontemporer
Tersusun
dari 2 kata, yaitu komunikasi dan kontemporer. Secara ilmiah, komunikasi berasal
dari kata “to communicate” artinya upaya untuk membuat pendapat, menyatakan perasaan,
menyatakan perasaan, menyampaikan informasi agar diketahui / dipahami oleh orang
lain. Sedangkan kontemporer berasal dari kata “co” yang artinya bersama dan “tempo”
yaitu waktu. Jadi, komunikasi kontemporer adalah perkembangan komunikasi yang
terpengaruh oleh dampak modernisasi[4]. Komunikasi kontemporer
sering juga disebut komunikasi maya atau yang lebih trend saat ini dengan
sebutan komunikasi virtual.
Komunikasi
virtual dipahami sebagai komunikasi virtual reality dalam dunia maya yang
memanfaatkan internet sebagai salah medianya. Komunikasi virtual sangat mudah
karena dapat diakses dari mana saja dan kapan saja ke seluruh belahan dunia.
2. Model-model Komunikasi Kontemporer
a) Email
b) Chatting
c) Website
3. Alat-alat Komunikasi Kontemporer
a) Telepon
b) Handphone
c) Koran
d) Televisi
e) LCD
f) PDA
g) Faksimile
h) Radio
i) Komputer
dan semacamnya
j) Internet
k) Handy
Talky
l) Toa
m) Modem
C. Paradigma Ilmu Komunikasi
Adapun pengertian paradigm komunikasi
menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:[5]
1. Paradigma
Multi (Multi Paradigma)
2. Paradigma
Lama dan Baru
3. Paradigma
Mekanistik
[1] ‘Metafora Adalah: Pengertian, Teori,
Komponen Dan Jenis’ <https://pakdosen.co.id/metafora-adalah/> [accessed
29 March 2021].
[2] ‘Komunikasi - Pengertian, Unsur, Tujuan,
Proses, Para Ahli’ <https://www.gurupendidikan.co.id/komunikasi/>
[accessed 17 April 2021].
[3] ‘Teori Komunikasi : Pengertian, Sejarah,
Fungsi, Model, Jenis’ <https://pengajar.co.id/teori-komunikasi/>
[accessed 17 April 2021].
[4] Onong Uchyana Effendi, Ilmu
Komunikasi: Teori Dan Praktek (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2003).
[5] Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, M. Si, Teori
Komunikasi Kontemporer (Prenada Media Group, 2017).

Komentar
Posting Komentar